Sofyardirahmat’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Kutipan (I)

leave a comment »

Kutipan (I)

Seluruh Kutipan yang saya tulis dibawah ini berasal dari buku : Islam Agama Perlawanan yang dikarang oleh Eko Prasetyo, dan Diterbitkan oleh Resist Book, Yogyakarta Bulan terbit pada Maret 2006. Kutipan-kutipan tersebut adalah :

Dunia penuh ketidakadilan dan mereka yang memperoleh

Keuntungan dari ketidakadilan itu juga berwenang memberikan

ganjaran serta hukuman. Ganjaran didapatkan oleh mereka yang bisa menemukan dalih-dalih yang pintar untuk mendukung ketidakadilan dan hukuman didapatkan oleh mereka yang mencoba menghilangkan ketidak adilan tersebut.

(Bertrand Russel) Hal.XXIV Kata Pengantar.

Teman adalah orang yang menerima anda dalam keadaan yang terburuk

Tetapi memberi anda inspirasi untuk menjadi orang yang lebih baik

(Goethe) Hal XXVI Kata Pengantar.

Saya ingat situasi sulit daripada orang-orang idealis (seperti saya??)

Yang barangkali harus bertempur dua front melawan lingkungan sendiri dan melawan musuh-musuhnya diluar hidupnya adalah kesepian yang abadi.

(Soe Hok Gie) Hal. 5

Seseorang haruslah dipandang baik jika ia berbahagia. Berkembang, penyayang, dan senang kalau orang-orang lain berbahagia jika moralitas demikian yang berlaku,beberapa dosa kecil tidaklah perlu diributkan.

(Bertrand Russel) Hal 8

Lebih baik orang yang imannya kecil tapi baik moralnya. Daripada orang yang imannya besar tetapi bejat

(Sidney Hook) Hal 27

Yang pantas diperhatikan dari riwayat seorang penguasa bukanlah semua hal yang telah dikerjakannya. Melainkan hanyalah yang telah dilakukan dan pantas diwariskannya untuk masa depan

(Voltaire) Hal 31

Kau belum cukup belajar dan berlatih adil sampai adil itu menjadi watakmu

(Pramoedya Ananta Toer, Anak Semua Bangsa) Hal 35

Apakah guna sekolah-sekolah didirikan kalau toh tak dapat mengajarkan hak mana tidak mana benar dan mana tidak ?

(Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia) Hal 42

Salah satu penyakit teoritis di Dunia Islam yang paling berat, pada umumnya adalah bahwa orang lebih memahami Islam sebagai identitas daripada sebagai kebenaran

(Abdul Karim Soroush) Hal 80

Tuhan bagi orang-orang yang berjuang untuk memperoleh penghidupan adalah Tuhan kaum tertindas, bukan Tuhan kaum Sufi

(Abdul Karim Soroush) Hal 91

Pengkhianatan terburuk para tiran yang bobrok terhadap bangsa yang ditundukkan, bukannya menguras kekayaan mereka atau merampas hak-hak mereka, melainkan memperkenalkan mereka pada cara-cara jahat

(Abdul Karim Soroush) hal 95

Merasa kasihan tanpa berbuat sesuatu adalah suatu kemewahan yang tak berguna.

Kalau benar perasaan itu murni, orang yang membantunya apakah dengan pikiran, perbuatan atau pertolongan.

(Pramoedya Ananta Toer, Nyanyian Sunyi  Seorang Bisu 2) Hal 118

Written by sofyardirahmat

Maret 6, 2008 pada 8:49 am

Ditulis dalam Kutipan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: